Total Tayangan Laman

Nihh Salah satu hasil doktrinasi Mastering

Seperti janji saya, dan kebetulan ada WiFi nyasar lagi ... nihhh ane kasih tahu hasil mastering dan pengamatan "karakter" suara Pleci ... semoga bermanfaat, dan untuk ilustrasinya dan cerita awalnya, ada di posting saya yang agak lama ... semoga berguna ..

Pleci Corner ajar "bongkar isian" 1

buat yang ogah ke Youtube ... nih versi lainnya, (lain video dan lain angle)

video


semoga berguna ... maaf klo tidak berkenan ...
maklum pemula ...


Salam Koloni, Salam Lestari, Salam Plecimania

-YY-

Memaster Pleci (ala Saya) ... Part 2

NNaaaahhhh ... ada WiFi nyasar ... update posting .... :D


nah, disini saya mau sharing dengan agan2 semua tentang teknik mastering yang saya lakukan ...
oke langsung saja yaa ...
saya memakai alat berupa HP sebagai media pemutar file digital, selain alasan ekonomis, ini juga karena karakter suara speaker hp itu lebih ke midle dan treble, jadi menurut saya lebih mudah untuk di serap oleh Pleci, yang notabene punya karakter demikian. Kecuali jenis tertentu seperti Chloris, Auriventer, Kecial, yang sedikit Midle Bass walau tidak terlalu ....

juga menggunakan burung pemaster, dalam hal ini numpang tetangga, heheheheheheh (Kenari dan Gelatik Wingko) ....

biasanya, setelah burung selesai ritual pagi, (embun, mandi jemur, dll), burung cuma saya angin2kan tidak lebih dari 15 menit, setelah itu kembali saya kolonikan, sambil saya perdengarkan materi masteran ...

soal di kerodong ato tidak, itu tergantung karakter, kemauan dan kebiasaan si Burung dan si Perawat burung saja, tidak ada ukuran baku ....


Biasanya juga, hal itu sampe sore, setelah ritual sore ... angin2 15 menit juga, kembali di perdengarkan suara masteran sampe pagi ... lalu kembali ke ritual di atas ... naaahhhh, simple kan ....


Yang perlu di perhatikan, Karkter kicauan Pleci anda, jangan memaksakan materi suara yg tidak sesuai, karena akan menjadikan burung anda kebingungan ... hehehehehehehe (Galau.com)

Sabar dan konsisten adalah yang utama dalam fase ini ... (Lagi ....)
karena itulah seni bermain Pleci
insya Allah klo ada kesempatan (pineman modem ato wifi nyasar lagi) ... akan saya upload, hasil doktrinasi pada momongan saya ... buat sharing aja ...

Maaf klo tidak berkenan, hanya pemula yang numpang corat coret ...



Salam Lestari, Salam Plecimania

-YY-

Memaster Pleci ... (ala saya) ... :D part 1






Hahahahahaha .... bingung cari gambar ilustrasi .... gpp yah, agak kurang nyambung ... :D


kembali ke Laptop ...!!!!!
Langsung aja lah ... masalah mastering, ini juga salah satu masalah yang cukup rumit di kalangan penghoby Pleci. Seperti kita ketahui bersama, bahwa Pleci adalah burung cerdas yang mampu menirukan sebagian besar suara kicauan burung lain ... inilah kelebihan dan menurut saya adalah juga kekurangan dari burung yang satu ini ...

lho koq bisa ...????
pengalaman saya, ketika burung pleci kita sudah terbiasa dengan satu atau dua suara masteran dominan, dia akan dengan nyaman mengeluarkan suara itu baik di riwikan dan "bongkar isian"nya, namun ketika tanpa sengaja dia mendengar suara burung lain (mungkin oleh empunya Pleci sengaja di re Mastering lagi), yang menurut si Pleci sesuai dengan karakter kicauannya, maka dia akan mempelajari suara baru itu ... dengan kata lain, dia akan kembali ke vase ngeriwik halus lagi untuk kembali mengaransemen lagunya dengan tambahan materi baru tersebut. Nahhh ... klo kita kurang sabar dengan memperdengarkan suara2 mastering yang berbeda2 dengan jangka waktu yang singkat, maka jangan salahkan pleci anda yang sudah mapan gacor, ngalas buka paruh ... akan kembali ke vase ngeriwik lagi untuk beberapa saat  ... nah klo kita terlalu sering mengganti suara mastering yang kita perdengarkan, bukan tidak mungkin, vase ngeriwik Pleci Gacor anda, akan menjadi lebih lama ...


itu masalah pertama ...

nah, yang kedua ... kenali karakter kicauan Pleci anda, dari ngeriwiknya ....
maksudnya? saat ngeriwik, Pleci akan mereview kembali ingatanya tentang suara2 di sekitarnya, dan dia pasti akan memilih karakter suara yang cocok dengannya, nah saat itulah kita bisa trial error untuk mencoba mendoktrin pleci kita secara intensif ...
contoh kasus saya ...
Pleci saya sebut saja A, karakter ngalun besetan tanpa tembakan, isian dominan Kolibri Wulung dan Tledekan, dan yang kedua B, saat itu saya kurang tahu, karena cuma nembak2 aja ...
materi mastering yang saya perdengarkan pada kedua Pleci itu sama, kolibri, pare2, dan Tledekan, dengan harapan saya bisa punya 2 pleci dengan karakter suara yang identik ..ayayyyy!!!!!
 .
namun setelah beberapa lama, Pleci B sama sekali tidak ada perkembangan dalam hal "bongkar muatan", prediksi awal saya, takut dengan suara si Pleci A, karena tiap hari gandeng sangkar ...
akhirnya saya coba pisah. Saat itu saya titipkan pada adik saya.
setelah beberapa lama, saya coba memantau kembali isi Pleci B, ternyata sudah berubah ngalasnya, ada isian kenari dan beberapa tembakan Ciblek ...di sekitaran rumah adik saya, dominan suara adalah kenari, karena dekat dengan yang ternakin kenari.
Naaahhh ... sejak saat itu saya coba kembali me review kembali karakter dan tonjolan pleci2 di rumah ...
karena, ini menurut saya lho ... lebih baik memaster Pleci kita dengan 1 ato 2 suara mastering yang cocok dengan karakter momongan kita, dari pada banyakin suara masteran namun hanya sedikit yang bisa di serap oleh memory Pleci kita, yang efeknya, seperti sudah saya bahas tadi ....


bersambung .... (Insya Allah, klo ada pinjeman modem)


Salam, Koloni, Salam Lestari, Salam Plecimania

-YY-





Coba Coba settingan gantangan Ala Saya :D


huffff, sudah lama sekali sejak terakhir posting di blog ini ... kangen rasanya nulis dan sharing bareng ...
nah setelah postingan lama berkutat pada rawatan, hari ini coba saya share settingan untuk gantangan, sekedar me-floor-kan "rahasia" ala saya, walaupun tidak selalu "hasil" , tapi lumayanlah ... hehehehehehehe

buat informasi saya sudah tidak lagi menggunakan EF kroto untuk pleci saya, karena keterbatasan dana, maka saya ganti dengan jangkrik.
settingan saya mulai dengan formula 222, dan dari h-7 ...
seperti apa ... nihhh mongggoooo ....!!!!!!!!
Jangkrik 2 Pagi 2 Sore tiap hari ... (Bisa di berikan utuh, atau hanya isinya, atau pke tepung jangkrik)
Ulat Hongkong 2 Pagi 2 Sore ... (Kalo bisa yang sudah moulting atau putih)
Air manis (bisa gula atau madu) 2 hari sekali ...
Semprot Halus 2x sehari pagi sore, gak sampai basah, cuma buat seimbangin suhu, perkara entar mandi ato tidak, terserah Plecinya.
... dan rawatan pra Gantang, tidak berbeda dengan keseharian, hanya kondisikan Jagoan kita dalam kondisi cukup kenyang ... (Tips: saya sebisa mungkin tidak menggunakan pisang untuk rawatan harian, bisa pepaya, apel, jeruk, tomat, dan atau buah yang di gemari jagoan kita)


dan jangan lupa, untuk mengatasi Pleci yang gacor di bawah tapi gembos di arena, ada satu tips dari senior plecimania ... carikan "pasangan" untuk pleci anda ...
bukan harus Betina, tapi bisa juga Jantan ... ciri bahwa pleci anda berpasangan adalah, ketika di gandeng dengan yang bukan "pasangan"nya, dia tetap berkicau ....
namun bila sudah di dekatkan dengan "pasangan"nya, jangankan Ngalas, bunyi nada call pun tidak ....
Cara ini sangat ampuh untuk meredam hasrat berkicau jagoan kita sebelum naik gantangan ...
pertanyaan selanjutnya, bagaimana mencari pasangan yang cocok ... itulah yang membutuhkan waktu dan pengamatan, sekali lagi kesabaran menjadi kunci utama, Trial Error dan sering di pertemukan dengan Pleci di luar koloni rumah, mungkin menjadi salah satu cara yang jamak dilakukan ...

Demikian, sekelumit cara saya ... semoga ada faedah dan manfaatnya ...
mohon maaf klo ada yang kurang berkenan, maklum masih dalam taraf belajar ...
:D

salam Koloni, salam Lestari, salam Plecimania

-YY-

Huufftttt

Seminggu ini saya merasa terusik dengan pemberitaan ttg 'mother monster' yg bikin heboh ... saking hebohnya, kasus korupsi dan evakuasi sukhoi superjet 100 terhenti sementara ....


Tp saya g tahu harus memandang dari sudut pandang mana ...


Yg aku tahu sih, kesenian itu bersifat universal dan un-ethic, karena bahasan otak kanan... klo di pandang dari otak kiri ... hasilnya pasti absurd, tidak etis, bertentangan dengan moral, memicu kontroversi, dll.


Yg lebih absurd, kalo masalah ini di singgungkan ke arah agama, hak asasi manusia yg paling asasi. Pasti banyak singgungan yg akan terjadi.

Saya bukan org berakhlak malaikat tp jg bukan pemuja setan ... 

Yang jelas urusan moralitas bukan urusan alat negara yg tugasnya melayani dan melindungi itu ... saya ykin masyarakat kita jauuuuuh lebih cerdas dalam melihat satu genre hiburan ....


Kebebasan berekspresi kan di lindungi oleh UU kan????


Salam satu jiwa ....


Published with Blogger-droid v2.0.4

Fooding Pleci/Kacamata/Zosterops ala Saya :D


Sebelum jauuhhhh ...!!!! ini saya tegaskan .... ini ALA SAYA, jadi ini berlaku untuk momongan saya, bener atau tidak itu relatif, karena karakter burung satu dengan yang lain sangat2 berbeda ... walaupun dalam satu koloni ... hehehehehehehehe

Fooding (pola pakan) ini sangat penting di fase2 awal pembentukan Pleci ombyokan untuk setidaknya "bunyi" ngalas dulu ... kata kunci adalah "konsistensi" .... bisa Extreme bisa pula "slow but sure" ....
maksudnya ..?????
EXTREME = Full EF hewani (dengan tambahan buah, tanpa pisang sama sekali, bisa apel, sawo, pepaya, dll), jangan paksa untuk makan voer, genjot aja EF Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Kandang, Ulat Bambu, Jangkrik, Belalang , dll, tergantung selera dan pengamatan pemilik burung pada efek yang terjadi ... intinya, paksa Si Burung bakalan untuk "mabung", sehingga kita bisa "Setting" ulang pada saat itu juga, estimasi waktu untuk metode ini 2-4 bulan (pengalaman saya, maklum pemula ...) hehehehehehehehe ....
pada beberapa kasus teman, awal2 selalu diberi krosu (Kroto campur Susu Bubuk, 2x sehari 1 sendok teh)

SLOW BUT SURE = Ajari si PC bakalan makan Voer dulu (bisa dengan mencampurnya dengan PC mapan yang sudah makan voer, buat ngajarin), Fooding biasa saja, buah selalu ada usahakan pemberian Pisang seminimal mungkin ... EF hewani 2 hari sekali, berikan secara konsisten (jangan berubah2) selam 3-6 bulan. Walaupun memakan waktu agak lama, namun saya lebih memilih cara ini, walaupun cara ekstrem juga pernah saya lakukan, namun secara pribadi, saya lebih menyarankan cara yang ke dua ini, selain melatih kesabaran, hasil yang didapat juga lebih everlasting ... hehehehehehe

untuk polanya, sudah pernah saya posting di Sini ...
Ke dua cara di atas sudah saya buktikan lebih dari 1 tahun pola rawatan konsisten (Maklum pengangguran), hasilnya... untuk cara Extreme, memang secara waktu lebih singkat, namun secara keberlanjutan, akan susah kedepannya, dari beberapa momongan, ada satu yang sampai sekarang "tidak suka" dengan Voer, agak menyusahkan sih, namun kalau di tilik performa, yaaa worth it lahhh, walau cuma buat klangenan ...
Untuk cara ke dua, Slow but Sure, hasil ini lebih "stabil" baik dari fisik burung, maupun dengan mental si burung, karena lebih lama, jadi interaksi dengan manusia juga lebih intens, sehingga lebih "mapan" ...


Namun, kesemuanya kembali ke pemahaman kita terhadap "karakter" dan kemauan momongan kita, kita tidak akan bisa memaksa untuk menerapkan pola Ala kita, bisa Si Momongan "tidak nyaman", kalaupun bisa, hasilnya kurang maksimal ...
Mohon Maaf bila sharing saya ini kurang berkenan, maklum pemula ... Salam Koloni, Salam Plecimania, Salam Satu Jiwa ... :D

JADILAH PEMELIHARA BURUNG YANG BAIK

-YY-



From Zero to (almost) Hero ... (Pleci...Sebuah Renungan 3)

Malang,  11 April 2012.

From Zero to (almost) Hero ... itulah yang mungki dapat saya ungkapkan, bagaimana tidak, Pleci momongan saya Si Corner yang sudah lebih 1 tahun saya angkat dari ombyokan, akhirnya dapat "bernyanyi" di latberan. Walau hanya kelas lokal antar kampung ini sudah membuat saya bangga.

berawal dari keisengan adik saya, Riko Rosandy, yang ingin ikut mencoba "gantangan", akhirnya kata syahrini ... "SESUATU".
Adik saya membawa jagoannya, dan tak disangka, ternyata menyabet no 3 ... hufff bener2 susah di percaya, ternyata rawatan sehari2 selama ini tidak sia2.

Namun, saya mencoba tidak larut dalam uforia ini, karena, sifat dasar PC yg "koloni", adalah hal yang tetap saya junjung tinggi, semangat kebersamaan, semangat saling berbagi, dan "paseduluran" yang sangat tinggi, adalah daya tarik utama saya memelihara dan masuk dalam komunitas pecinta burung Pleci ini ...

akhirnya ... From Zero to (almost) Hero, akan selalu menjadi semoyan saya, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan adalah mutlak Milik ALLAH SWT dan Andra n The Backbone ... :)

Salam Kicaumania, Salam Plecimania (pleciholic), Salam Satu Jiwa ......

-YY-